BUDIDAYA TANAMAN INTARAN (NEEM/NIMBA)

 

I.                   DESKRIPSI TANAMAN

Pohon Nimba berdaun rindang dengan percabangan yang banyak, menyebar membentuk tajuk yang lebat dan dapat mencapai diameter ± 20 m.

Pohonnya mampu mencapai ketinggian 30 m, dengan diameter batang 2,5 m dan dapat hidup hingga 200 tahun. Akarnya yang menghunjam ke dalam tanah dan serabut akar menyebar sangat luas, mampu untuk mendapatkan nutrisi dan menyerap air dari tanah sekaligus memfilter air tanah yang tercemar.

Daun intaran berjajar simetris dengan ujung daun runcing melengkung, ukuran panjang ± 5 cm, tepi daun bergerigi dengan tulang daun yang sangat jelas

Bunga nimba  merupakan bunga hermaprodit berwarna putih, berukuran kecil berkelompok.

Bentuk buah elips, lembut, panjang hampir 2 cm. Buah matang berwarna kuning atau kuning kehijauan, terdiri dari daging buah yang membungkus biji dengan rasa manis.

Biji nimba terdiri dari cangkang berwana putih kekuningan dan inti biji/lembaga (kernel) berwarna hijau yang dibungkus selaput berwarna coklat dengan rasa pahit. Lembaga kadang-kadang berjumlah dua atau tiga.

Nimba mulai berbuah setelah berumur 3-5 tahun. Setelah berumur 10 tahun, Nimba mampu berproduksi optimum sampai 50 kg buah pertahun.

Salah satu jenis pestisida yang aman dan mempunyai prospek sangat cerah untuk dimanfaatkan adalah pestisida yang berasal dari tumbuhan yang dikenal dengan pestisida nabati. Efek pestisida nabati terhadap serangga dapat bersifat anti feedant (penolak makan), menghambat pertumbuhan, proses fisiologis dan perilaku serangga dapat mengakibatkan penurunan ketahanan hidup.

Mimba merupakan salah satu tumbuhan penghasil bahan baku pestisida yang mempunyai harapan baik untuk dikembangkan. Tanaman mimba mengandung berbagai senyawa bioaktif antara lain azadirachtin, salannin, nimbinen, dan meliantriol. Tanaman mimba saat ini dapat di jumpai di provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lombok, dan Sumbawa.

 

II.                SYARAT PERTUMBUHAN

2.1 Iklim

Curah hujan yang sesuai untuk tanaman mimba adalah 400-1200 mm/tahun.

Tanaman nimba juga tahan akan kekeringan, dapat tumbuh pada ketinggian 0-800 m dpl yaitu mulai dari daratan sampai ke daerah lereng di perbukitan.

Tingkat keasaman tanah (pH) yang dibutuhkan antara 5.9 - 7.0, sedangkan temperature yang sesuai adalah 21 oC - 35 oC.

Tanaman mimba memerlukan tingkat intensitas cahaya penuh antara 80-100%, dengan kecepatan fotosintesa 10-17 normal CO2/m/detik.

2.2  Media Tanam

Tanaman mimba dapat tumbuh pada tanah marginal seperti tanah laterit dan berkapur, tanah dangkal berbatu mengandung sedikit air, serta pada tanah berkapur keras atau mengandung lapisan liat pada permukaannya.

 

Teknik Budidaya mimba merupakan upaya bagaimana suatu tanaman dibudidayakan dalam melestarikan tanaman dari kelangkaan dan kepunahan maupun untuk menjamin pengadaan produk dengan cara yang tepat, efektif, dan efisien. Kegiatan ini meliputi beberapa kegiatan pokok yaitu bibit dan persiapan bibit, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, penyulaman, pola tanam, dan panen.

 

III.                PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

3.1       Pembibitan

3.1.1    PERSIAPAN BIBIT

Perbanyakan secara generatif/biji yang dipergunakan sebagai benih sebaiknya berasal dari buah yang sudah masak fisikologis.

Biji selanjutnya dicuci dan disemaikan dalam bak persemaian atau langsung dalam polibag. Biji yang disemaikan dalam bak persemaian, dapat dipindahkan ke polibag setelah 10-15 hari berkecambah. Bibit dapat dipindahkan ke lapang asal telah berumur 3-4 bulan dengan tinggi sekitar 60-150 cm.

3.1.2    PERSIAPAN LAHAN

Persiapan lahan meliputi pemilihan lahan yang memiliki agroklimat sesuai untuk tanaman Nimba, yang selanjutnya diolah guna mendapatkan sifat fisik tanah yang baik serta sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Suatu hal yang menguntungkan dalam budidaya tanaman mimba adalah tanaman ini tidak membutuhkan persyaratan tumbuh yang sulit, artinya dapat tumbuh di berbagai areal lahan dimana tanaman lain sulit tumbuh dan berkembang serta tidak membutuhkan pengolahan tanah yang intensif.

 

3.1.3    PENANAMAN

Penanaman mimba dalam suatu areal yang luas dapat dilakukan secara barisan. Cara penanaman ini menggunakan jarak tanam antar baris 5-6 m dengan jarak tanam dalam barisan 3-4 m. Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan agar di lapang tanaman muda tidak mengalami cekaman kekeringan sehingga meningkatkan efisiensi penanaman.

 

3.1.4    PENYULAMAN

Penyulaman adalah mengganti tanaman yang mati atau tanaman yang pertumbuhannya kurang baik. Pekerjaan ini dilakukan kurang lebih sekitar 2-4 minggu setelah tanam, karena pada saat itu telah diketahui bibit yang mati atau pertumbuhannya kurang baik.

 

3.1.5    POLA TANAM

Tanaman mimba pada umumnya ditanam sebagai tanaman pembatas areal di daerah perkebunan atau hutan-hutan rakyat dan di pinggir-pinggir jalan sebagai tanaman penahan angin. Pada lahan yang topografinya bergelombang dan terbuka, tanaman mimba ditanam dalam pola budidaya lorong terutama dimanfaatkan sebagai penahan angin ‘win break". Bila penanaman mimba dilakukan pada suatu areal yang luas, produktivitas lahan dapat ditingkatkan dengan menanam tanaman lain seperti plandingan, wijen, jarak, tanaman obat, tanaman penghasil minyak atsiri atau tanam-tanaman lain yang tahan iklim kering. Penanaman tanaman sela tersebut dilakukan pada saat menunggu tanaman mimba tumbuh besar dan berproduksi.

 

 

 

3.1.6    PANEN

Tanaman yang tumbuh dengan baik dapat dipanen pada umur 3 tahun, namun seringkali dijumpai tanaman mulai berproduksi setelah berumur 4 tahun. Pemanenan umumnya dapat dilakukan 3 bulan setelah tanaman memasuki masa pembungaan. Pada saat tersebut buah akan matang dan jatuh ke tanah. Pembungaan umumnya terjadi pada bulan Januari/Pebruari sampai Mei. Kadang-kadang ditemui juga tanaman berbuah pada bulan Maret/April dan Juli/Agustus. Tanaman yang telah berumur 8-10 tahun mampu menghasilkan biji sekitar 9 kg, sedang yang berumur 15-20 tahun menghasilkan 13 kg biji dan tanaman yang berumur di atas 20 tahun menghasilkan 19 kg biji.

 

IV.                KANDUNGAN  TANAMAN NIMBA

4.1       ZAT AKTIF YANG TERKANDUNG DALAM TANAMAN NIMBA

Nimba  memiliki beberapa zat penting yang sebagian belum mampu diteliti.       

Beberapa zat utama yang dikandung dan sudah diteliti adalah:

4.1.1    Azadirachtin

Merupakan zat aktif utama yang dapat diekstrak dari biji (minyak) intaran. Zat ini terbukti sangat efektif untuk mengendalikan pertumbuhan serangga.  Sistem kerjanya tidak membunuh secara langsung tetapi mempengaruhi fase pertumbuhan (metamorfosa) dan siklus reproduksi.

4.1.2    Nimbin dan Nimbidin

Nimbin dan nimbidin merupakan zat antipyretic yang berfungsi menghentikan aktivitas virus.

4.1.3    Salanin dan Meliantriol

Berfungsi mempengaruhi dan menghentikan minat makan dari serangga dan hama pengganggu tanaman.

4.1.4    Zat lain yang dikandung adalah kalsium, phospor, besi, thiamin riboflasiun, nicocin, vitamin C, carotene, oxalic asid, zat anti septik, antifungal, antiviral, antiinflammatory, sejenis aspirin (prostaglandin).

 

 

 V.         MANFAAT TANAMAN NIMBA

5.1       MANFAAT  TANAMAN NIMBA(NEEM)

Dari bagian-bagian tanaman, dapat diolah lebih lanjut untuk pupuk, pestisida organik, obat dan jamu, kosmetik, toiletries dan perawatan hewan, Pemanfaatan bagian tanaman nimba antara lain:

5.1.1    Akar    : berperan dalam pengembalian kesuburan tanah serta dapat digunakan sebagai obat, mampu mengikat air tanah dan mencegah erosi.

5.1.2    Ranting : di India digunakan sebagai alat penggosok gigi. Banyak digunakan  sebagai       pembuatan pasta gigi.

5.1.3    Daun   : digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit, bahan kosmetik, perawatan hewan dan tanaman.

Daya serap daun terhadap CO2  mencapai 14 umole/m/detik

5.1.4    Bunga             : dari bunga intaran, lebah mampu menghasilkan madu  yang berfungsi sebagai obat, tonic dan vitalizer

5.1.5    Buah               : disukai burung, kelelawar dan monyet, juga dapat digunakan sebagai kompos.

5.1.6    Biji                   : diproses untuk pembuatan  pestisida, insektisida, dan fungisida. Digunakan pula sebagai obat bermacam penyakit dan perawatan binatang.

5.1.7    Minyak           : hasil olahan biji untuk bahan pestisida, insektisida, fungisida, bahan pembuatan sabun, kosmetik dan obat beberapa penyakit, kontrol kelahiran (KB), perlindungan kain (tekstil) dan bangunan juga sebagai pelumas mesin.

5.1.8    Bungkil           : yaitu ampas perasan biji setelah diambil minyaknya  berfungsi sebagai pupuk yang sangat efektif, sebagai soil conditioner  dan perlindungan terhadap pathogen.

5.1.9    Getah              : digunakan sebagai perekat dan konon dianggap mampu meningkatkan libido.

VI.        MANFAAT LAIN DARI TANAMAN NIMBA

Beberapa penyakit dapat disembuhkan dengan Nimba antara lain: sakit kepala/migrain, asam urat, hepatitis, membantu mengurangi tekanan darah,  penyakit kulit, malaria, gangguan ginjal, diabetes, dll. Intaran juga memiliki khasiat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.